Jenis sambel pedes

Inilah Jenis Sambal Pedas Khas Asia

Sebagai orang Indonesia tentunya makan tanpa sambal terasa kurang lengkap ya. istilahnya bagai sayur kurang garam. Enggak ada seru-serunya gitu. Ternyata istilah tersebut tidak hanya berlaku di Indonesia.

Terbukti beberapa negara di Asia seperti Korea, Thailand dan negara lainnya punya sambal khas yang selalu duduk manis di meja makan loh. Penasaran? Berikut beberapa sabal tersebut

1. Sambal

Untuk orang Indonesia tentunya sambal mempunyai arti luas. Karena banyak jenisnya bahkan setiap daerah punya sambal khas yang menggugah selera makan namun yang paling populer adalah sambal ulek yang terdiri dari campuran cabai rawit mentah dan garam. Rasa dari sambal ulek ini sangat pedas dan sedikit asin. Karena diulek, maka teksturnya pun sedikit kasar. Nah, sambal ulek ini juga merupakan sambal dasar bagi pembuatan sambal lainnya seperti sambal terasi, sambal bajak, sambal ijo, sambal kecap, sambal mangga, sambal roa, sambal petai, sambal belut, dan sambal lainnya.

2. Achaar

Berikutnya adalah sambal yang ada din negara film bollywood. Yup India! Tak hanya Indonesia, India juga punya achaar. Achaar umumnya terbuat dari campuran buah, sayur, dan juga rempah-rempah seperti mangga, tomat, timun, bawang merah, kol, cabai, dan kapur. Semua bahan tersebut dicincang sampai halus, lalu diasinkan dengan garam dan minyak nabati, yang juga berfungsi sebagai pengawet alami. Achaar memiliki tekstur yang sedikit kasar. Sedangkan rasanya pedas dan sedikit tajam. Achaar biasa dicampurkan ke dalam berbagai masakan india seperti samosa, kari, dan lain-lain.

3. Gochujang

Jangan ngaku pecinta Korea jika tidak tahu apa itu gochujang. Gochujang merupakan pasta cabai pedas Khas negara korea. Bahan utama gochujang ini sangat sederhana, hanya berupa bubuk cabai, bubuk beras ketan, pasta kedelai, gula, dan garam yang difermentasi di dalam pot tanah liat berukuran besar. Saat sudah jadi, gochujang akan berwarna merah terang dengan tekstur yang kental seperti pasta. Meski begitu, rasanya justru pedas cenderung manis.

Hal tersebut terjadi karena proses fermentasi yang menjadikan rasa pedas dari cabai berkurang, dan rasa beras ketannya menjadi manis. di Korea sendiri, gochujang ini merupakan salah satu bumbu yang sangat penting lho. Karena gochujang biasa ditambahkan ke dalam bibimbap, tteokbokki, ssamjang, bulgogi, naengmyeon, dan jjigae. Gochujang juga sering dijadikan bahan campuran dalam pembuatan saus seperti saus chogochujang, atau dijadikan saus perendam untuk barbekyu.

4. Sriracha

Saus yang satu ini awalnya berasal dari negara Thailand, namun saat ini sudah sangat populer hingga seluruh dunia. Umumnya, bahan untuk membuat sriracha adalah cabai, gula, garam, bawang putih, dan juga cuka. Bahan-bahan tersebut lalu dihaluskan sampai berbentuk saus. Tekstur sriracha kurang lebih seperti tekstur saus sambal Indonesia, hanya saja sedikit lebih encer. Warnanya yang merah terang begitu menggoda.

Untuk rasanya sendiri, pedas, tajam dan menggigit, gurih, dan sedikit manis. Dari segi kegunaan, sriracha paling cocok dicampurkan ke dalam aneka sup, pizza, pasta, hamburger, hotdog, atau sekadar dijadikan cocolan aneka makanan yang digoreng.

5. Nam phrik

Nam phrik atau sering disebut chili water adalah saus pokok yang lagi-lagi berasala dari negara Gajah Putih. Terbuat dari campuran cabe, bawang perah, bawang putih, dan jeruk nipis. Sebagian orang juga menambahkan bahan lain seperti pasta udang dan saus ikan agar rasanya lebih gurih. Semua bahan tersebut kemudian ditumbuk atau digiling kasar. Nam phrik memiliki tekstur yang berbutir kasar, mirip seperti sambal ulek khas Indonesia.

Sedangkan rasanya pedas, gurih, dan memberikan sensasi panas di tenggorokan, jadi sangat cocok disajikan sebagai pelengkap makan sayuran mentah dan rebus, ikan, unggas, atau daging.

6. Chili oil

Berasal dari China, chili oil merupakan minyak sayur panas yang di-infused atau direndam dengan bahan-bahan pedas seperti cabai merah kering dan sichuan pepper (anda bisa menggantinya dengan cabai merah). Chili oil kemudian didiamkan selama beberapa saat hingga rasa pedas sudah berpindah ke dalam minyak. Chili oil berwarna merah bening, dengan rasa pedas menggigit. Pada masakan, chili oil sering ditambahkan dalam aneka sajian mie, tumisan, dan salad.

Jadi, buat kalian yang ngaku pecinta sambal mungkin bisa menjajal nama-nama sambal tersebut saat berkunjung ke negaranya masing masing. Semoga bermanfaat !

Sumber : resepkoki.id

#sambal #sambalkhas #sambalenak #pecintasambal #sambalrecomended #jajalsambal  #khasindonesia #khasthailand #khasindia #khaskorea #khaschina #gochujang #chilioil #namphirk #sambaluleg #sambalulek #sriracha #achaar #kuliner #wisatakuliner #santapannnusantara bergizi #makananseimbang #makanancatering #cateringbagus #cateringhala #catering  #layanancatering #cateringterpercaya #cateringjakarta #cateringdepok #cateringjabodetabek #nasikebuli #jasacatering #cateringhigienis #cateringterpercaya #cateringenak #prasmanan #pesansnack #saungdomba #saungdombainternasional #saungdomba #saungdombaaqiqah

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *